Aneka Jenis Mixer yang Tepat Sesuai Kebutuhan & Budget

Aneka Jenis Mixer yang Tepat Sesuai Kebutuhan & Budget

Menjelang weekend, saya telah memikirkan bakal menggunakan sementara bersama memicu aneka cake dan kue yang enak. Maklum, saya baru saja membeli mixer baru. Jadi rasanya saya tidak sabar untuk coba manfaatkan mixer tersebut. Dari aspek fitur, mixer baru saya ini jauh lebih canggih dibanding mixer saya sebelumnya. Ia diklaim mampu lakukan lebih banyak fungsi dan juga membuahkan adonan kue yang lebih baik.

Sebelumnya, sementara di toko elektronik saya sempat bingung mau pilih mixer yang mana, gara-gara tersedia beberapa style mixer. Tapi sesudah dijelaskan oleh pegawai toko, saya pun mantap pilih satu style mixer yang menurut saya paling sesuai bersama keperluan saya. Nah, bagi kamu yang bisa saja bakal membeli mixer, kurang lebih style apa yang paling sesuai untuk kamu dari aspek harga dan kegunaan? Simak yuk informasi lengkapnya berikut ini mixer kirin .

1. Hand mixer

Sesuai namanya, hand mixer atau yang sering disebut sebagai mixer genggam merupakan style mixer yang cara penggunaannya digenggam manfaatkan tangan. Biasanya, hand mixer memiliki dua pengaduk kembar berupa balon yang berguna untuk memasukkan hawa pada adonan kue.

Salah satu kelebihan dari hand mixer adalah harganya yang mampu dibilang terjangkau, gara-gara itulah hand mixer jadi pilihan banyak orang untuk digunakan. kamu juga mampu menyesuaikan kecepatan putaran mixer dari menjadi rendah, sedang, sampai tinggi. Selain itu, hand mixer kebanyakan memiliki ukuran yang kecil, jadi tidak perlu terlampau banyak ruang untuk digunakan maupun disimpan. Apalagi pengaduknya juga mampu dibongkar pasang, jadi terlampau memudahkan kamu kala bakal membersihkannya.

Hanya saja gara-gara cara penggunaannya manual atau bersama tangan langsung, kamu bisa saja bakal menjadi pegal kala sedang Mengenakan hand mixer, terlebih mesinnya sendiri cukup berat. Mangkuknya juga kudu selamanya dipegangi agar tidak oleng. Jadi kala kamu sedang manfaatkan hand mixer, kamu kudu terlampau fokus dan tidak mampu meninggalkannya sedikit pun.
Hand mixer memiliki kapasitas yang terbatas, agar paling sesuai digunakan bagi kamu yang memicu kue di dalam skala kecil, bukan memicu kue di dalam kuantitas banyak atau industri.

2. Standing mixer(Image: Shutterstock)
Standing mixer atau mixer berdiri merupakan style mixer yang mampu dibilang mandiri. Mixer style ini memiliki mesin dan mangkuk yang menyatu. Sehingga mesinnya mampu selamanya berputar tanpa kudu kamu pegangi. Ada dua style status mixer yang tersedia di pasaran, yaitu:

Planetary mixer

Planetary mixer merupakan style status mixer yang paling banyak digunakan. Disebut sebagai planetary mixer gara-gara shaker bakal berputar mengelilingi bowl-nya, tetapi bowl-nya sendiri selamanya diam di tempat. Sehingga sekilas nampak seperti perputaran planet.

Mixer style ini memiliki 3 fungsi pengadukan, yakni hook (biasa digunakan untuk mengaduk adonan yang condong lengket seperti adonan roti. Dengan fitur hook, adonan roti mampu lebih lembut dan kalis), flat beater (biasa digunakan untuk mengaduk adonan yang keras seperti cookies cake. Flat beater mampu menolong mengunci udara, agar adonan lebih merata), dan whisk (dapat digunakan untuk mengaduk adonan yang cair dan creamy seperti butter cream. Mengaduk bersama manfaatkan whisk mampu menolong kamu meraih adonan lebih bervolume dan solid). Jadi kamu mampu menyesuaikan style pengadukan bersama keperluan adonan.

Planetary mixer ini juga ke di dalam status mixer ukuran kecil dan lebih sering digunakan di dalam tempat tinggal tangga, gara-gara lebih praktis, lebih murah, dan mampu dipindah-pindah. Namun planetary mixer ini juga memiliki kapastitas yang terbatas. Mungkin mampu kamu manfaatkan di dalam industri tempat tinggal tangga, tapi tidak cukup efektif jikalau lebih dari itu.

Spiral mixer

Spiral mixer ini atau yang biasa disebut dough mixer ini memiliki shaker berupa spiral, dan biasa digunakan untuk mengkombinasikan adonan yang teksturnya kental dan condong padat. Yang membedakan spiral mixer dari planetary mixer ini adalah bowl-nya yang turut bergerak bersama shaker. Selain itu, shakernya juga mampu berputar dua arah, yakni Sejalan dan berlawanan bersama jarum jam. Sehingga adonan mampu lebih merata.

Berbeda dari planetary mixer, spiral mixer ini merupakan status mixer ukuran besar, dan lebih banyak dipakai untuk industri seperti bakery atau toko roti, gara-gara kapasitasnya jauh lebih besar. Hanya saja status mixer style ini tidak mampu dipindah-pindah, gara-gara ukurannya yang besar dan berat.

Nah, tidak benar satu kelebihan dari status mixer ini adalah sifatnya yang terlampau praktis. Tak seperti hand mixer yang kudu terus dipegangi, kamu mampu meninggalkan status mixer ini di dalam kondisi menyala, tinggal diatur saja sementara yang kamu mengidamkan untuk mengocok bahan. Selagi menanti mixer berhenti, kamu mampu lakukan aktifitas lain. Bisa dibilang, fitur dari status mixer ini komplit.

Tersedia pilihan seperti timer, automatic stop, dan lain sebagainya. Jadi kamu bakal terlampau terbantu bersama ada status mixer ini. Tak cuma itu, status mixer juga memiliki kapasitas yang jauh lebih besar dibanding hand mixer, jadi kamu mampu memicu kue di dalam kuantitas yang banyak sekaligus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *